Gita dan Cinta (XXXIX)

Aku dan Tiara sudah berhubungan lebih dari 5 bulan. Rasa ingin menjadikannya pacar sudah pudar. Kita hanya bermesraan, berbagi cerita, suka maupun duka, kurang lebihnya sudah seperti berpacaran. Lalu apa bedanya dengan sebuah status. Ia bisa ada disaat aku membutuhkannya kapan, dimana, dengan ataupun tanpa busana sekalipun. Kemarin siang ia bercerita kalau nanti sore ia […]

Gita dan Cinta (XXXVIII)

Aku mengantar titipan Ibuku sebelum aku janji bertemu dengan Sarah. Setelah berhasil menemukan alamat yang dimaksud, Sarah muncul mengenakan kaos dan celana santai dari dalam rumah itu. Dua kemungkinan pikirku, antara benar ini rumahnya, atau mungkin ia sedang menginap dirumah temannya. “Kamu, kok bisa tahu dimana rumahku?” tanya Sarah sedikit kaget dan juga bingung “Sss.. […]

Ketika Bersamamu (Lagi) – Part II

Mobilku sudah selesai diperbaiki. Meskipun ongkos perbaikkannya banyak memotong tabunganku, aku tidak punya niat sama sekali untuk meminta ganti rugi kepada Rio. Hari minggu ini, aku coba mengendarainya keliling kota, berusaha menghilangkan rasa takutku memegang kemudi lagi. Aku merasa senang bisa mengendarainya lagi. Bayu coba menghubungiku dari semalam. Hanya satu kali dari beberapa panggilannya yang […]

Ketika Bersamamu (Lagi) – Part I

Sebuah mobil tiba-tiba berbelok menukik dan mengenai bamper belakang mobilku. Aku masih dalam kecepatan yang sewajarnya dalam mengemudikan mobil tadi. Namun mobil itu yang menaikkan kecepatannya hingga mengenai mobilku. Benturannya memang tidak terlalu keras. Pastinya mobil itu sudah berusaha menginjak remnya terlebih dahulu. Aku duduk terdiam melihat stir mobilku dan masih sedikit ‘shock’. Setelah mematikan […]

Gita dan Cinta (XXXVII)

Seusai kelas, aku bermaksud untuk menghubungi Dila, yang sebelumnya berjanji untuk bertemu hari ini. Sudah dua kali teleponku tidak diangkatnya sampai akhirnya aku meninggalkan pesan ke ponselnya. “Hai Dil, sedang dimana dirimu? jam kuliahku sudah selesai. bagaimana dengan rencana hari ini?” pesan dariku “Jadi, kamu bisa tunggu aku di mall 1 depan kampus kamu. aku […]

Gita dan Cinta (XXXVI)

Hampir genap satu tahun menanti sikap Sisi yang tiba-tiba menjauh dariku, aku mulai akrab dengan banyak teman wanita di kelas lain. Kedekatanku hanya sebatas teman, bukan teman dekat. Siang ini, aku melihat Sisi muram, dan menangis ketika istirahat sekolah. Teman dekatnya coba menenangkan Sisi. Sebelum istirahat berakhir, aku kembali ke dalam kelas. Aku melihat Sisi […]

Gita dan Cinta

Sesampainya di rumahku, aku mengecek isi mobil. Ponselku berada di kolong bangku belakang, dan beberapa kali, Sarah coba menghubungi ponselku. Panggilan itu tidak terjawab karena memang ponselku tertinggal di dalam mobil ketika mengantar Wulan pulang. Hampir 10 pesan darinya yang belum aku baca. Sebelumnya, aku dan Wulan menikmati saat-saat bersama bukan di kamarnya, melainkan kamar […]

Gita dan Cinta (XXXIV)

Kebohongan bisa saja Dila tutupi dariku. Aku mengerti akan hal itu, Dila butuh ‘privasi’ dimana aku tidak harus ikut campur didalamnya. Perasaan ingin terus bersamanya seakan menutupi rasa curigaku. Aku berusaha untuk bisa terus bersama Dila, dan berbagai kesempatan sengaja aku persiapkan agar ia tidak merasa bosan dengan ‘gaya berpacaran’ kita sebelumnya. Pagi sekali, aku […]

Roketku Ke Bulan

Aku pernah satu kali pergi ke bulan, sewaktu aku masih kecil dulu. Aku terbang dengan sebuah roket yang ku buat sendiri. Roket dan pesawat dengan tenaga yang sangat besar, hingga mampu menerbangkanku seketika. Dan dalam hitungan menit, aku berhasil keluar dari atmosfir bumi.Di sana aku melihat hamparan tanah tandus, yang tak mungkin bisa ditempati makhluk […]

Di Dalam Hati – Pagi yang cerah diawali dengan terbitnya mentari pagi. Sinarnya mencuri masuk dari sela-sela jendela. Membawakan kehangatan ke muka bumi. Namun ada kalanya awan gelap menutupi sang mentari, atau mungkin hari telah berganti, bukan berarti selamanya kita tidak dapat melihat matahari lagi. Walau gelap, atau malam sekalipun, kita tetap percaya, bahwa matahari […]